Senin, 11 April 2011

Perbedaan Anjing & Serigala


 












Siapa bilang anjing adalah hewan terpandai? Ternyata serigala lebih unggul dalam menjalani tes logika daripda hewan peliharaan tersebut. Dalam serangkaian eksperiman, anjing mampu mengikuti perintah manusia melakukan sejumlah tugas dengan beragam strategi. Tapi serigala bisa melakukannya secara lebih logis berdasarkan observasi mereka.
Anjing-anjing memberi respon setara dengan bayi manusia ketika diperintahkan melakukan perintah manusia dewasa. Selama tes, ilmuwan mengulang penempatan sebuah objek pada kotak A dan menyuruh mereka mencarinya. Ketika benda itu dipindahkan ke kotak B, anjing dan bayi manusia sempat bingung dan meneruskan mencari benda ke kotak A. Serigala justru dengan mudah mencarinya langsung ke kotak B.
Temuan ini membantu para ilmuwan untuk mempelajari lebih banyak mengenai evolusi perilaku sosial, bukan hanya pada anjing, melainkan juga pada manusia. Perbedaan tersebut merefleksikan tentang perbedaan cara belajar.

“Saya tidak mengatakan bahwa spesies itu lebih pintar,” jelas  Adam Miklosi dari Eötvös University  di Hungaria, pemimpin studi yang menulis hasil studinya di jurnal Science. “Jika kita mengasumsikan seekor hewan bisa bertahan hidup tanpa keterlibatan manusia, maka ya bisa dikatakan bahwa serigala memang lebih pintar. Namun kalau kita pikir bahwa anjing bisa hidup di lingkungan manusia dan beradaptasi dengan mereka, maka mereka yang lebih pintar.”
Para ilmuwan juga memikirkan perbedaan antara anjing dan serigala. Keduanya sama-sama hidup di lingkungan manusia ketika eksperimen ini berlangsung. Mereka juga memiliki jalur keturunan yang terpisah sekitar 10.000 tahun sejak anjing didomestikasi oleh manusia. Diperkirakan keduanya memiliki nenek moyang yang sama sekitar 15.000 tahun silam.

“Temuan ini mendukung hipotesa domestikasi, dimana ketika anjing dan serigala semakin berbeda, artinya anjing justru cenderung mengikuti konvergensi manusia,” jelas  Michael Tomasello dan Juliane Kaminski, ilmuwan dari Max Planck Institute , Jerman, mengomentari studi tersebut.
Eksperimen lain juga menyatakan bahwa anjing-anjing lebih perhatian terhadap suara manusia dibanding para serigala. Kesamaan perilaku anjing dengan bayi manusia pada eksperimen tadi juga membuktikan bahwa anjing cenderung belajar dengan menngikuti dan menyimak perintah manusia dewasa daripada langsung melakukan observasi seperti yang dilakukan serigala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar